Kesadaran mengenai isu lingkungan semakin meningkat di tengah masyarakat dari hari ke hari. Semakin banyak orang yang menyadari bahwa ada banyak hal yang digunakan oleh manusia dalam jangka waktu yang cukup sering yang memberikan dampak negatif untuk lingkungan dan nantinya akan memberikan dampak tidak langsung pada manusia pula.

Hal paling sederhana dan sering diabaikan oleh banyak orang adalah penggunaan kantong plastik. Dalam industri termasuk industri perbelanjaan, kantong plastik menjadi kebutuhan yang disediakan oleh pihak penjual di Indonesia. Anda sudah pasti akan membawa pulang kantong plastik saat berbelanja di warung dan bahkan di supermarket. Konsumsi kantong plastik dalam jumlah besar ini memang sangat mengkhawatirkan sehingga ada banyak imbauan untuk menghentikan penggunaan kantong plastik yang tidak bisa diuraikan secara alami.

Kini, ada banyak supermarket yang mulai memperhatikan kantong plastik yang disediakan dan lebih memilih produk kantong plastik yang bisa diuraikan secara alami oleh mikroorganisme mikroskopis. Namun, selain kantong plastik yang mulai dibuat dengan sifat yang mudah diuraikan secara alami atau sering disebut biodegradable, ternyata ada seorang arsitek yang juga seniman bernama Dominic Stevens yang membangun rumah biodegradabledi suatu daerah di County Leitrim, Irlandia dan daerah tersebut bernama Cloone. Sebagaimana kantong plastik biodegradable, rumah ini juga akan terdegradasi dan bahkan menghilang seiring waktu. Rumah yang mempunyai tingkat kerumitan tinggi dari segi proses pembangunan ini ia tinggali bersama anak dan istrinya.

Awal kisah pembangunan rumah ini dimulai pada akhir tahun 1990-an saat Dominic membeli dua hektar tanah dengan harga yang paling murah di Uni Eropa dan memutuskan untuk tinggal di tanah yang ia beli tersebut. Kemudian, ia memulai usaha pembangunan rumah dengan visi keberlanjutan atau sustainability yang meminimalisir penggunaan teknologi dan mengoptimalkan penggunaan bahan lokal. Konsep rumah biodegradable ini sederhana mengingat rumah ini dibuat menghilang dan menyatu dengan alam jika tidak ditinggali selama lebih dari sepuluh tahun.

Rumah tersebut dibangun dengan dua boks berangka kayu dengan menggunakan kontainer pengiriman yang terletak tidak jauh dari rumah sebagai tempat kerja. Secara keseluruhan, biaya pembelian tanah dan pembangunan rumah tersebut menghabiskan dana sebesar 75.000 dolar Amerika. Dominic Stevens menyatakan bahwa dirinya enggan terlibat dalam proses pencicilan rumah yang cukup lama dan mahal sebagaimana yang seiring terjadi pada kebanyakan orang Irlandia.

Pada tanah seluas ini, tenda merupakan permulaan tempat tinggal dan menjadi tempat menginap saat rangka kayu rumah biodegradable tersebut dibangun. Untuk membangun rumah ini, ia meminta dan membayar bantuan pada mahasiswanya di University College Dublin sebagai tenaga tambahan untuk membangun rumah. Kedua boks tersebut menjadi inti rumah ini untuk melakukan beragam kegiatan. Bahan-bahan seperti papan panel, kayu mentah, dan kaca mampu memberikan kesan sederhana dan menarik di saat yang bersamaan.