Bagi banyak orang, jerami adalah limbah yang akan langsung dibuang atau dijadikan bahan pakan ternak. Namun ternyata bagi Anda yang memiliki ketertarikan tersendiri terhadap rumah tradisional, maka Anda dapat menggunakan jerami sebagai atap atau dinding bangunan Anda. Dan dinding serta atap jerami akan membuat bangunan yang Anda miliki nampak berkesan tradisional dan juga asri. Dengan cara ini limbah jerami tidak akan lagi terbuang secara percuma dan bahkan bangunan yang indah dan nyaman akan bisa tercipta dari bahan ini.

Di tempat-tempat wisata, terutama yang berada di tepi pantai, jerami juga sering digunakan sebagai atap atau bahkan dinding bangunan. Ide ini sebenarnya berasal dari penggunaan bahan jerami sebagai material utama untuk atap dan juga dinding bangunan tradisional yang ada di daerah pedesaan. Dan kesan yang ditimbulkan oleh batang jerami tersebut adalah rasa sejuk dan kenyamanan bagi para penghuni dan pemilik rumah. Jika Anda ingin menggunakan jerami untuk menciptakan kesan sederhana, tradisional dan juga asri pada bangunan Anda, pastikan Anda mengerti teknik penggunaan jerami ini. Bahan jerami yang paling baik digunakan untuk material adalah yang berasal dari jerami gandum atau rye. Namun umumnya jerami yang mudah ditemui di Indonesia adalah jerami dari padi. Jerami dari padi dapat digunakan walaupun lebih rapuh dari jerami gandum.

 atap rumah, atap jerami

Jika Anda ingin memiliki bangunan modern yang ingin Anda padukan dengan atap jerami, pastikan bangunan yang Anda pilih cocok dengan bentuk atap yang nantinya terbuat dari jerami. Berikutnya pastikan pula lokasi rumah serta lingkungan sekitar serta iklim Anda cocok untuk memiliki bangunan yang memiliki atap terbuat dari jerami. Setelahnya Anda juga wajib memiliki tukang yang handal dan berpengalaman untuk membuat atap tradisional yang Anda miliki. Tukang yang berpengalaman akan menyiapkan kuda-kuda kayu penopang jerami Anda. Kemudian jerami yang Anda gunakan haruslah berupa buntalan-buntalan jerami. Buntalan jerami lebih kuat daripada lembaran jerami. Jangan lupakan untuk menyiapkan kompos atau pupuk organik untuk Anda taburkan pada setiap lapisan buntalan jerami Anda untuk membantu menguatkan jerami yang akan Anda gunakan sebagai atap rumah.

Setelah itu pasanglah rangka untuk atap. Jika intensitas hujan di daerah Anda rendah, pilihlah bubungan atap yang rendah atau hampir datar agar lebih efisien dengan kondisi iklim. Sebaliknya jika Anda tinggal di lingkungan dengan curah hujan yang sangat tinggi, pasanglah rangka atap dengan posisi agak tinggi. Selanjutnya pasangkan tiang penopang agar dapat menunjang dek kayu dan tutupilah dengan lapisan tahan air ke semua permukaan atap.

Dalam memasang atap jerami, pasanglah secara perlahan-lahan dengan menata buntalan jerami di atas atap Anda sampai menutupi seluruh bagian atap. Tutupi dengan kompos atau pupuk organik dan tebarkan secara merata. Setiap musim panas, tambahkan ketebalan jerami karena jika tidak ditambahkan jerami akan menipis. Dengan cara ini Anda akan dapat memiliki atap tradisional yang teduh dan terbuat dari jerami.

atap rumah, atap jerami