“Kok rumahnya kayak taman kanak – kanak?” demikian ucap tamu yang berkunjung ke rumah pasangan Fakhrur Razi dan Ira Tenripada di kawasan Puspitek Serpong ini. Pasangan ini pun hanya dapat tersenyum bila tamu yang datang selalu berkomentar serupa.

Rumah yang luasnya 90 meter persegi ini memang memiliki desain warna – warni yang disebut dengan gaya Skandinavia. Mulai dari bagian teras depan rumah, keramaian itu bahkan sudah terlihat. Demikian pula pada saat memasuki ruang dalam rumah.

Ira yang awalnya tinggal bersama dengan orangtuanya itu lebih lebih banyak melirik furniture etnik. Tetapi setelah mempunyai rumah sendiri, ia memiliki keinginan sendiri. Walaupun demikian, beberapa barang orangtuanya juga ada yang ikut diboyong ke rumah tersebut dan menjadi interior yang menarik.

Pemilik rumah ini mengaku lebih senang dengan rumah modern minimalis. Rumah tersebut awalnya dicat dengan warna putih baik bagian luar maupun dalam. Namun bagi mereka, rumah tersebut juga harus berwarna – warni, khususnya sudah memiliki anak. Warna yang dipilih pun cukup beragam mulai dari warna kuning, biru dan beberapa warna lainnya, tetapi lebih cenderung warna yang lembut.

Bagian teras mendapat sentuhan peninggalan dari ibunda yang berupa 2 jendela kayu dicat ulang dengan warna terang. Jendela tersebut dipajang di tembok. Ira mengaku bahwa sebenarnya tidak ada tujuannya jendela tersebut dipasang di sana. Baginya terlihat indah saja bila jendela tersebut dijadikan dekorasi.

Sementara itu kaca jendela lain dipasang berdampingan dengan 2 stole dan sebuah meja kecil yang diletakkan di teras. Di teras tersebut memang sengaja disediakan tempat duduk. Bagi yang merokok, mereka harus duduk di luar. Selain itu, rumah tersebut juga tidak menggunakan pendingin ruang.

Tujuannya adalah supaya aliran udaranya dapat masuk dengan bebas. Keluarga Ira sendiri sering berkumpul di teras tersebut saat sore hari. Bila ditanya mengenai seperti apa gaya rumah seperti ini, Ira menjawab rumahnya bergaya Skandivania.

“Kami tidak suka dengan gaya Shabby Chic. Gaya tersebut terlihat sangat feminin. Jadi kami lebih senang dengan gaya Skandinavia yang dipadukan dengan desain interior lain, maka jadinya seperti rumah ini,” ucap Ira yang sebenarnya memang sudah lama mendambakan rumah dengan gaya demikian.

Ciri – ciri dari rumah bergaya Skandivania adalah hitam putih, segitiga, dan geometrik. Ini sebenarnya sangat berbeda dengan Shabby Chic yang terkesan berbunga – bunga. Motif bunga di rumah tersebut hanya terdapat pada stoples yang digunakan saat Lebaran.

Unsur gaya Skandinavia juga dapat dilihat pada gorden warna hitam putih. Motif tersebut dipilih sendiri sesuai selera pemilik rumah kemudian di print. Harganya memang lebih mahal karena lebar kainnya yang kecil sehingga harus disambung. Namun, harga ini tentu tidak menjadi persoalan sejauh memenuhi keinginan.

Warna terang lain terlihat dari kursi bar berwarna merah untuk kursi makan. “Di sini kan tidak menggunakan meja makan. Jadi diletakkan 2 kursi yang diboyong dari rumah orangtua yang kemudian dijadikan kursi makan,” ucap Ira.

Gaya Skandinavia