Perabotan atau furnitur bergaya Eropa klasik, berkesan mewah dan juga tidak lekang oleh waktu. Sangat wajar, kalau gaya desain ini sangat digemari untuk penataan interior. Tidak hanya di rumah pribadi, tapi juga di bangunan komersial. Tetapi desain Eropa klasik ini kurang pas, kalau diterapkan pada rumah berlahan terbatas.

Hal itu karena ukuran furniturnya cenderung besar dan dipenuhi dengan detail ornamen, seperti ukiran, yang bisa menimbulkan kesan sempit pada sebuah ruangan. Tapi ada cara untuk mengemas konsep ini, supaya gaya Eropa Klasik pada furnitur, tetap terlihat modern dan tidak memenuhi ruangan. Bagaimana cara yang bisa diterapkan?

Finishing white wash dan berwarna

Bentuk melengkung di bagian kaki dan lengan, menjadi ciri khas furnitur bergaya Eropa Klasik. Yang membedakan adalah untuk proses terakhir, kayu tidak harus dibaluri pelitur berwarna coklat mengkilap. Tapi dibiarkan saja dengan permukaan doff, agar bisa memperlihatkan keindahan serat kayunya.

Sedangkan sejumlah bagian lain dari furnitur, bisa diterapkan cat berwarna cerah. Supaya memberikan sentuhan aksen yang lebih segar. Cara alternatif lainnya, dengan memberikan finishing white wash di permukaan kayunya, yang sudah diberikan treatment open pore. Sehingga teksturnya terlihat lebih kasar.

Menampilkan aksen deep buttoned

Ornamen yang dekoratif menjadi ciri khas lainnya dari gaya Eropa Klasik. Pemandangan itu terlihat pada deretan kancing, yang umumnya disematkan di jok sandaran kursi.  Anda tetap bisa mempertahankan desain ini, bahkan bisa menerapkan pada furnitur lainnya. Dengan menambahkan jok sekaligus menancapkan kancing-kancing secara berderet, guna melapisi pintu kabinetnya.

Perbedaannya, kain untuk pelapis jok tidak menggunakan bahan kulit asli. Tetapi menggantinya dengan kain linen atau katun dengan warna pastel. Dengan begitu, lebih gampang untuk cara perawatannya. Kesan modern juga bisa terlihat, dengan penerapan cara tersebut.

Menerapkan kain pelapis denim dan linen

Kreasi lainnya, dengan mengaplikasikan kain denim, katun dan kain linen, untuk pengganti kulit asli. Kulit biasanya digunakan sebagai pelapis kursi berlengan atau sofa dengan desain Eropa klasik. Perubahan tersebut bisa mengubah citra perabotan, yang awalnya terkesan berat, menjadi lebih ringan. Kesan nyaman juga sangat terasa dan mendukung berbagai aktivitas harian.

Anda bisa menggunakan sofa itu untuk acara santai atau mendukung acara resmi. Tekstur dari berbagai bahan itu sangat lembut. Selain itu, juga cantik karena memadukan warna biru kain denim dan warna putih gading pada kain linen. Penampilannya sangat serasi dan menjadi hasil akhir yang sempurna.

Supaya terlihat ada sentuhan khas Indonesia, Anda bisa menambahkan desain yang berbeda. Desain interior bisa menghadirkan motif ikat, khususnya pada kain pelapis berbagai furnitur tersebut. Perpaduan antara desain Eropa klasik dan desain khas Nusantara, pastinya menghadirkan keindahan yang sangat cantik.

Furnitur Desain Eropa Klasik