Ada sebuah hunian unik dan hanya satu-satunya di dunia; rumah pembibitan berbahan bambu dengan atap botol plastik. Rumah ini hasil karya sebuah perusahaan arsitektur, International Architecture JSC. Rumah ini bukanlah hunian, melainkan rumah pembibitan yang dibuat dari bambu dan botol plastik. Perusahaan arsitektur ini telah bekerjasama dengan pusat penelitian pengembangan kesehatan Vietnam, COHED. Rumah pembibitan ini dibangun dari rangkaian botol plastik yang dibuat menyerupai struktur atap rumah dan berdinding bambu. Dan, rumah unik ini dibangun di kawasan perkampungan pengidap HIV/ AIDS. Rumah ini memang sengaja dibangun dengan 3 tujuan. Pertama, rumah pembibit dibangun untuk mendukung peningkatan kualitas agrikultur desa tersebut. Kedua, rumah ini dibangun untuk mempererat hubungan antar penduduk kampung. Ketiga, untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dan terintegrasi.

 Dengan alasan inilah, rumah bambu beratap botol plastik ini dibangun. Tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi JSC untuk membangun  rumah yang anti-topan atau setidaknya minim kerusakan akibat terjangan topan. Dengan sangat kreatif, JSC lalu membangun rumah pembibitan yang tanggap bencana alam agar bibit-bibit tanaman terjaga dengan baik. Ide yang direalisasikan berupa struktur bangunan dengan kaki tanggul dan ruangan yang terlindung dari tiupan angin topan.

Agar rumah unik ini lebih kuat, JSC kemudian menggunakan pipa pondasi yang terbuat dari material beton. Pipa pondasi ditanam di dalam tanah agar mampu menopang struktur bangunan terlebih saat terkena angin kencang. Para arsitek kemudian fokus pada kekuatan bingkai rumah. Rumah pembibitan unik ini mempunyai nilai estetika yang tinggi. Bagaimana tidak, bangunan ini menampilkan prinsip struktur layar kapal serta menekankan aksen yang sangat menarik pada bidang-bidangnya. Rangkaian botol yang dibuat kurva juga begitu unik. Atap botol plastik ini terlihat berkilau seolah atap bergerak. Efek visual ini begitu indah dan unik.

Rumah pembibitan unik ini seluas 16 meter persegi. Bangunan didominasi bambu dan beratapkan botol plastik. Memerlukan 3000 botol plastik yang dirangkai secara kreatif. Hebatnya, rumah pembibitan ini mampu menampung sekitar 10.000 bibit tanaman tomat tiap musimnya. Bangunan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat para petani usai bercocok tanam. Hingga kini, pembangunan rumah-rumah pembibitan lainnya masih berlangsung. Semakin banyak rumah pembibitan yang dibangun, semakin banyak pula bibit tanaman yang bisa dihasilkan. Penduduk kampung pun dapat dengan mudah memanfaatkan bibit tanaman yang ada untuk memenuhi kebutuhan pangan, khususnya sayuran. Tujuan menciptakan kualitas masyarakat yang mandiri dan terintegrasi ini pun pastinya akan segera terealisasi. Hebat, bukan?

Rumah Pembibitam