Berada di daerah yang rawan bencana gempa bumi, maka sangat penting untuk membangun rumah tahan gempa. Salah satu tahapan penting dalam mendirikan sebuah hunian adalah membuat denahnya. Langkah awal ini guna menciptakan struktur bangunan yang kuat dan bisa menahan guncangan gempa lebih baik. Bagaimana cara merancang denah rumah yang tahan gempa?

Denah untuk memudahkan pembagian ruangan

Denah rumah berfungsi dalam memudahkan dalam pembagian ruangan. Dimana ruangan tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan juga aktivitas harian. Dengan adanya denah tersebut, Anda bisa membuat panduan yang lebih terukur. Khususnya untuk mengembangkan ruangan tersebut nantinya.

Denah ruangan yang simetris, juga bisa memudahkan penghuni rumah saat berkeinginan mengembangkan ruang itu. Adanya denah rumah itu menjadi dasar penting, saat ingin mendirikan hunian yang tahan terhadap guncangan gempa bumi.

Untuk denah yang simetris, Anda bisa lebih gampang untuk penentuan berbagai titik untuk rangka utama dari kolom atau bangunannya. Di sebuah bangunan rumah, berbagai rangka utama itulah yang akan memiliki fungsi untuk penopang bangunan saat terjadi gempa bumi. Dengan begitu, kalau bencana alam ini menerpa, bangunan rumah tidak akan langsung runtuh.

Terapkan sistem model pembangunan rumah

Secara umum, cara merancang denah rumah yang tahan gempa bumi tidaklah sulit. Sistem modul guna pengembangan denah hunian bisa dimanfaatkan. Sebagai contoh, Anda memakai model dengan bentuk persegi berukuran 1,2 meter x 1,2 meter atau bisa dengan kelipatannya.

Kalau ingin mendirikan ruangan sesuai kelipatan ukuran model tersebut, setidaknya pada setiap titiknya memiliki jarak 1,2 meter dan wajib dipasangi sebuah kolom. Selain itu, di tiap-tiap sudut pertemuan antara bidang dinding sebaiknya diberikan kolom. Berbagai kolom itulah yang nantinya diandalkan sebagai struktur utama bangunan rumah yang tahan gempa.

Tak hanya permasalahan pemakaian modul, tingkat kekuatan dari konstruksi bangunan, juga didapatkan dari ukuran masing-masing tiang kolomnya. Semakin besar ukuran kolomnya, semakin kuat strukturnya. Dikarenakan lebih kokoh, jadi jarak di masing-masing kolom juga semakin berjauhan.

Biasanya di hunian pribadi, rata-rata memiliki jarak titik 3 meter untuk konstruksi utama pada bangunan. Semakin rapat dan terdapat banyak tiang kolom, akan menjadikannya semakin bagus. sayangnya, anggaran yang dibutuhkan dalam pembangunan rumah ini bisa semakin besar.

Faktor keselamatan penghuni menjadi fokusnya

Faktor kekuatan bangunan dan juga keselamatan penghuni rumah, tentunya menjadi fokus perhatian. Biaya yang dibutuhkan dalam pembangunan rumah sebenarnya masih realistis. Karena peranannya juga sangat penting, dalam menjaga keselamatan penghuninya.

Dengan penerapan berbagai cara merancang denah rumah tersebut, maka Anda sudah bisa membangun hunian yang lebih tahan gempa. Sehingga kalau tinggal di kawasan yang rawan gempa, sedikit lebih tenang.

CARA Merancang Denah Rumah