Roof garden atau taman di atas atap, semakin menjadi kegemaran banyak orang. Popularitasnya semakin menanjak, seiring dengan banyak pemilik rumah atau bangunan, yang ingin menerapkan konsep cantik ini. Sebenarnya tidak begitu sulit, untuk mewujudkan keinginan tersebut. Apa saja  langkah penting, yang harus diperhatikan saat akan merancang roof garden?

Pemilihan jenis tanaman yang sesuai

Cara membangun dan menambahkan berbagai elemen roof garden sangat penting untuk diperhatikan. Unsur tanaman merupakan salah satu, yang harus mendapatkan perhatian serius.  Karena tanaman merupakan  kebutuhan pokok dalam membangun roof garden. Keindahan akan terpancar, kalau pemilihan tanaman sangat tepat, dibarengi dengan penataan serta perawatan yang cermat.

Sayangnya, tidak seluruh jenis tanaman bisa ditanam di kawasan atap rumah. Jenis tanaman yang lebih tepat adalah yang lebih tahan terhadap paparan terik matahari secara langsung. Karena memang tumbuhan yang berada di atas atap bangunan, pastinya akan lebih sering terpapar sinar matahari secara langsung.

Tak hanya itu, tanaman juga akan lebih sering terkena terpaan angin yang lebih kencang. Sangat berbeda kondisinya pada tumbuhan, yang hanya ditanam di tanah biasa. Semakin tinggi posisi tanaman, maka tiupan angin akan terasa semakin besar. Hal ini juga harus menjadi pertimbangan, dalam hal pemilihan jenis tumbuhannya.

Sejumlah tanaman yang terbukti bisa tumbuh dengan baik di atas bangunan, seperti calathea, bromeliad, dedaunan puring dan akmboja jepang. Tidak hanya faktor paparan cahaya matahati dan tiupan angin saja, yang harus diperhatikan. Sangat penting juga untuk memperhatikan cara penyiramannya. Intensitasnya harus lebih sering dilakukan.

Penting untuk dicermati saat merancang roof garden, kalau tumbuhan dengan akar serabut, terbilang tidak cocok untuk ditanam di roof garden. Karena akar tanaman itu, justru akan menimbulkan kerusakan pada struktur bangunan atapnya. Hal ini harus diketahui, karena kalau salah dalam pemilihan tanaman, justru bangunan yang dikorbankan.

Sebagai media tanamnya, sebaiknya memanfaatkan lahan, dengan desain mirip kolam. Kedalaman kolam setidaknya 30 hingga 40 cm saja. Tujuan penerapan cara ini, agar bermanfaat untuk tempat media tanam berbagai tumbuhan. Selain itu, Anda juga bisa memakai ijuk atau tanah, sebagai media tanamnya.

Pengaliran air

Drainase atau aliran air tidak boleh terlupakan dalam membangun roof garden.  Kebutuhan ini sangat vital, karena tanaman tidak terhubung langsung pada permukaan tanah. Kalau aliran air berjalan dengan baik, tidak akan mengakibatkan genangan air. Sehingga atap terhindar dari risiko kerusakan.

Air yang tergenang bisa mengakibatkan kebocoran dan bisa merusak struktur. Dikarenakan bangunan harus terus menerus menahan genangan air. Kalau kondisi itu terjadi berkepanjangan, taman harus dibongkar, termasuk juga struktur atap bangunannya.Supaya kondisi buruk itu bisa dihindari, terapkan cara pengaliran air yang tepat dalam merancang roof garden.

Roof Garden