Unik, satu kata untuk mengekspresikan rumah hunian milik Pak Teguh Ostenrik. Sekilas rumah ini mirip seperti sebuah labirin. Ada banyak celah yang bisa dijadikan sebagai tempat persembunyian saat bermain petak umpet zaman dulu. Lebih menariknya lagi, rumah milik Pak Teguh ini memiliki konsep rumah terbuka karena memang minim dinding. Bahkan pengunjung mungkin akan mengatakan rumah ini tak punya dinding. Sejumlah ruang seperti dapur, kamar, dan bahkan kamar mandi dibiarkan terbuka. Dinding yang jumlahnya minim membawa beberapa keuntungan bagi Pak Teguh. Salah satunya adalah membuat para penghuni rumah dapat sering berinteraksi. Coba Anda bayangkan sendiri. Penghuni yang satu dan penghuni lainnya dapat dengan mudah berinteraksi dari ujung sana dan ujung sini karena tak terhalang oleh tembok. Keuntungan lainnya yaitu suara bising kendaraan di luar sana sama sekali tak terdengar. Hanya suara adzan saja yang sayup-sayup terdengar karena suaranya yang masuk melalui dinding kayu dan beton.

Pak Teguh menamai hunian kesayangannya ini dengan nama Bilik 3 Dharma. Bangunan ini tak hanya berfungsi sebagai rumah hunian saja, melainkan juga dimanfaatkan oleh Pak Teguh sebagai studio. Pak Teguh Ostenrik adalah seorang pelukis sekaligus pematung. Lokasi Bilik 3 Dharma ini sebenarnya tak jauh dari pusat kota. Akan tetapi karena dinding rumahnya yangs terbuat dari kayu dan beton menjadikan rumah ini bebas suara bising yang berasal dari luar rumah. Ketika menginjakan kaki Anda ke rumah Pak Teguh dan berada di dalamnya, Anda akan merasakan suasana yang sangat berbeda. Suasana terasa begitu tenang, sepi, dan damai. Rumah ini dibangun di atas lahan yang miring dengan luas 700 meter persegi. Agar rumah tetap tegak dan tidak miring seperti kontur tanahnya, Pak Teguh membuat halaman buatan dari tanah yang ditumpuk lalu ditanam rerumputan. Jadi halaman buatan ini dibangun di atas cor-coran beton.

bilik 3dharma, rumah, properti, arsitektur rumah

Bilik 3 Dharma terdiri dari empat bagian utama. Bagian pertama  merupakan pintu masuk menuju ke dua bagian bangunan lain. Saat masuk ke bagian pertama ini, Anda akan melihat dua buah bangunan di kanan dan kiri Anda. Bangunan sebelah kanan berbentuk limas sedang bangunan sebelah kiri terlihat lebih modern. Sementara itu, di depan area pintu masuk, Anda akan melihat hamparan rumput hijau yang begitu rapi. Dan di bagian depannya lagi Anda akan melihat kamar tidur plus kamar mandinya. Masih ingat kan? Kamar mandi dan kamar tidurnya terbuka tanpa diberi sekat apapun.

Bangunan sebelah kiri juga tak kalah unik. Pada lantai bawah dibiarkan terbuak dan digunakan sebagai ruang makan, sedang di bagian atasnya ada sebuah studio yang biasa digunakan sebagai ruang kerja Pak Teguh. Di ruang kerja inilah Pak Teguh membuat karya-karyanya yang berupa lukisan. Di ruang ini juga, anak-anaknya sering memotret. Di dalam studio terdapat sebuah kamar mandi terbuka dan juga kamar tidur level Mezanin. Tak ada pintu ataupun dinding di ruangan ini sehingga penghuni ataupun pengunjung dapat melenggang keluar-masuk dengan bebasnya hingga ke kamar berlevel mezanin ini.

BACA JUGA:

Belajar Sejarah Di Elisen Garden Park
Unik! Rumah Dalam Rumah