Apakah Anda pernah memperhatikan kayu yang digunakan untuk membuat peti kemas? Material kayu degan warna coklat muda semi kekuningan itu merupakan jenis kayu jati belanda. Sebenarnya istilah jati pada nama kayu ini bukan berarti terbuat dari kayu jati asli tetapi  kemiripan ciri – cirinya dengan kayu jati yang memiliki mata kayu besar. Kayu ini dinamai dengan jati londo (Jawa) ayau jati belanda karena kayu tersebut sering digunakan untuk membuat peti kemas barang yang dikirim dari luar Indonesia, khususnya Eropa.

Jati belanda biasanya lebih populer dengan sebutan kayu palet, pine, oak, atau kiefer. Jati belanda digunakan untuk bahan pembuatan peti kemas karena memiliki daya tahan yang cukup bagus. Tidak hanya itu, kayu ini juga mempunyai bobot yang relatif ringan. Dengan demikian, bobotnya tidak akan menambah beban dari barang yang ada di dalam peti kemas tersebut. Akhirnya dua keunggulan yang dimiliki oleh jati belanda ini membuatnya tidak hanya digunakan sebagai bahan untuk peti kemas tetapi juga digunakan untuk dekorasi ruang dan material pembuatan furnitur.

Jika ingin melihat contoh penggunaan kayu jati belanda, saat ini sudah ada banyak coffee shop dan café yang mengusung konsep industrial dan urban yang memanfaatkan kayu ini untuk elemen dekorasi di dalam interiornya. Selain itu cara mendapatkan kayu ini juga tergolong mudah. Anda cukup mendatangi sentra jati belanda untuk mendapatkannya, salah satunya ada di kawasan Jalan Raya Lenteng Agung.

Bahkan untuk mendapatkannya Anda tidak perlu merogoh kocek yang dalam karena harga kayu tersebut tidak semahal kayu jati biasa. Jati belanda tergolong kayu yang murah karena kayu yang ditawarkan di sentra – sentra jati belanda tersebut adalah jati belanda bekas dari peti kemas yang kondisinya masih layak pakai dan dapat diolah kembali.

Berbicara mengenai daya tarik, sebenarnya jati belanda tidak kalah cantik jika dibandingkan dengan kayu jati biasa. Selain eksotis dan memiliki ‘mata kayu’ yang besar, jati belanda juga mempunyai permukaan kulit kayu yang berwarna cerah dan alur urat kayunya yang menonjol berwarna kecoklatan. Belum lagi kayu ini juga mempunyai tekstur yang halus sehingga nampak bersih dan bagus walaupun tidak ditambah dengan finishing yang lain.

Selain itu tidak ada perawatan ekstra yang perlu ditambahkan mengingat kayu jati belanda termasuk jenis kayu yang anti rayap. Sama seperti jati biasa, hewan perusak kayu tersebut juga tidak suka dengan jati belanda. Hal ini karena partikel kayu tersebut tidak tedak begitu rapat dan padat. Hal ini tentunya dapat menjadi pertimbangan supaya jati belanda tidak hanya sekedar digunakan untuk material konstruksi bangunan saja tetapi juga cocok untuk dijadikan sebagai furnitur dan dekorasi di dalam rumah. Bagaimana, apakah Anda tertarik menggunakan kayu ini?

Kayu Jati Belanda