Mempelajari ilmu Feng Shui secara tak langsung menghayati ekosistem antara manusia dan lingkungan. Ini karena pemahaman Feng Shui juga mengikut sertakan penjabaran nilai berbagai dampak ekologi atau hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungan.

Namun, hal ini cukup jarang dikemukakan dengan jelas sedangkan orang lebih senang menghubungkan antara aturan Feng Shui dengan nasib baik dan kemakmuran. Sebenarnya siapa saja yang merawat alam dengan baik, mereka akan memperoleh berkah melimpah dari bumi.

Feng Shui sebenarnya merupakan pengetahuan logika namun diungkapkan lewat budaya China yang saraf dengan filsafat seperti simbolis Macan Putih, Naga Hijau, Api, Logam, Sarang Naga, dan lain sebagainya. Simbol itu dijadikan sebagai tanda sifat – sifat medan magnet pada bumi yang tidak kasa mata.

Energi Chi misalnya sering disebut dengan Nafas Naga karena chi berasal dari puncak gunung yang bermuara di pantai melewati lembah dan juga aliran sungai. Jika sebuah lokasi bersemayam chi dalam kadar optimal, tempat ini dipercaya dapat membawa keberuntungan yang baik.

Puncak gunung dalam aturan Feng Shui sering disebut dengan sarang naga. Sementara itu, lekukan bukit identik dengan tubuh naga. Sedangkan udara jernih dari puncak gunung sering dijuluki sebagai nafas naga. Sebuah tempat akan mendapat julukan Kepala Naga jika tempat itu ada di atas bukit dan bagian belakangnya berupa gunung kokoh serta bagian depannya adalah dataran rendah atau lembah yang subur di mana terdapat sungai mengalir dengan air jernih yang mengalir tenang.

Dalam bahasa Mandarin, kata Feng berarti udara bergerak atau angin. Sedangkan Shui adalah air. Tetapi paduan antara kata Feng dan Shui sebenarnya sudah tidak menyentuh arti kata dasarnya tetapi lebih merujuk pada ilmu tentang penataan letak bangunan dan tata ruang dengan subjek manusia yang menjadi penghuninya. Pengetahuan ini di kemudian hari identik dengan ilmu arsitektur khas China.

Simbol Feng dan Shui juga sangat mendasar. Pasalnya kedua elemen ini merupakan elemen alam yang hidup dalam artisan dapat bergerak yang bermanfaat untuk kehidupan manusia. Sebagai udara, Feng diartikan bahwa rumah sehat memerlukan sirkulasi udara cukup baik.

Udara segar akan mengalir melewati pintu, jendela, dan taman/ruang terbuka. Di sana berlaku hukum fisika yang menjelaskan bahwa udara mengalir dari tempat yang dingin ke tempat yang hangat, Karena itu, dalam aturan Feng Shui cahaya matahari harus dapat masuk ke rumah.

Sebagai air, Shui juga dilambangkan sebagai energi pendatang rezeki untuk kehidupan karena manusia memerlukan air dan rumah tak mungkin ditinggali bila tidak mempunyai atau berdekatan dengan sumber air. Air jernih adalah sarana yang menghidupi chi.

Sebaliknya, air kotor dan mampat dalam Feng Shui dikenal dengan Sha Qi atau energi pembunuh. Pasalnya, air yang tak bergerak dapat rusak dan tidak memberikan manfaat. Feng juga dapat dilambangkan yang atau positif karena berada di permukaan tanah. Sedangkan Shui dilambangkan anasir yin atau unsur negatif.

Aturan Feng Shui