Kemeterian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) baru-baru ini menerbitkan kebijakan baru tentang hunian bagi orang asing yang lama berada di Indonesia. Kebijakan ini merupakan wujud tindak lanjut kebijakan yang lama, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 103 Tahun 2015. Aturan ini tercantum dalam Peraturan Menteri ATR/ Kepala BPN Nomor 13 tahun 2016 dimana aturan ini mengatur tentang tata cara pelepasan, pemberian, atau pengalihan hak kepemilikan rumah/ tempat tinggal/ hunian oleh orang asing yang lama berada di Indonesia. Aturan baru ini memang sengaja dikeluarkan dengan tujuan agar iklim investasi di Indonesia terdorong menjadi lebih baik lagi.

Kepemilikan bisa berupa satuan rumah susun/ apartemen ataupun rumah/ hunian dan aturan ini hanya berlaku untuk mereka orang asing yang memang mempunyai izin tinggal di Indonesia. Tak hanya itu, pembelian properti berupa hunian, rumah, atau apartemen harus dilakukan langsung kepada pemilik properti, pemilik tanah, atau pengembang; bukan hasil pembelian dari pihak kedua. Pemerintah Indonesia juga siap mematok nilai minimum hunian yang boleh dibeli oleh orang asing. Nilai minimum properti telah tercantum dalam lampiran berkas tertulis peraturan menteri yang telah disebutkan di atas. Nilai minimum properti mengacu pada harga tertinggi properti yang ada di wilayah tersebut. Khusus untuk kawasan DKI Jakarta, orang asing boleh membeli sekaligus memiliki hunian jenis apa saja untuk ditinggali dengan harga minimum sebesar 5 miliar.

Wibowo Muljono selaku Head of Residence Development Astra Property menyambut baik dengan diberlakukannya kebijakan baru ini. Ia juga sangat setuju dengan aturan soal penetapan harga minimum properti yang boleh dimiliki oleh orang asing. Meski kebijakan ini hanya diperuntukan untuk pasar tertentu, pemerintah memprediksikan bahwa bisnis properti tetap akan terus berkembang. Wibowo menambahkan, pembeli dari properti ini juga harus end user atau pembeli spesial karena ia menilai bahwa hunian dengan harga minimal 5 miliar adalah hunian kelas atas yang identik dengan hunian mewah.

Studi Cushman & Wakefield Indonesia mengungkapkan bahwa apartemen dengan nilai minimal 5 miliar hanya terdapat di kawasan  central business district (CBD Jakarta) yang perkembangannya cukup lambat (per kuartal 1-2016 hanya meningkat 8,8 persen saja). kemudian, harga rata-rata apartemen di CBD Jakarta senilai 48,1 juta per meter persegi dan minimal luas yang diperbolehkan  70 hingga 90 meter persegi. Sedang harga rata-rata hunian yang berupa apartemen di luar CBD Jakarta sudah di level 39,6 juta per meter persegi (naik 4,2 persen).  Adapun beberapa apartemen yang boleh dibeli dan dimiliki orang asing, antara lain: Langham Residences, Raffles Residences, Anandamaya Residences, Dharmawangsa Residences, The Hundred, The Regent Residences, dan Le Parc.

Apartemen