Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai sebuah produk properti adalah adanya akses jalan di dekatnya. Hal inilah yang disampaikan oleh Hendra Hartono, CEO Leads Property Indonesia mengenai proyek Tol Kunciran-Serpong. Kabar yang menyebutkan PT. Marga Trans Nusantara (MTN) sebagai pemegang proyek ini akan melanjutkan proyek ini menjadikan kabar gembira untuk pemilik properti disekitar proyek ini.

Menurut Hendra, adanya tol baru yang menjadi bagian dari Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II ini akan meninkgatkan nilai jual properti dan lahan disekitarnya. Bahkan, dia mengungkapkan kenaikan nilai properti dapat mencapai 10 hingga 15 persen. Kenaikan sebesar ini dapat terjadi pada saat kondisi ekonomi stabil. Akan tetapi, saat kondisi ekonomi tidak menentu seperti saat ini, properti di sekitar jalan tol akan menjadi buruan para investor.

Ferry Salanto, Associate Director Research Colliers International Indonesia juga mengungkapkan hal yang sama. Salah satu dampak kenaikan nilai properti ini dapat terlihat dari kawasan perumahan disekitarnya, misalnya kawasan perumahan yang dikembangkan oleh PT. Alam Sutera Tbk.

Ferry mengungkapkan, nilai lahan komersial di kawasan Alam Sutera meningkat menjadi Rp. 30 juta hingga Rp. 35 juta per meter perseginya. Sedangkan tanah perumahan, meningkat menjadi Rp. 25 juta per meter persegi.

Bahkan, kawasan yang tidak terlalu dekat dengan jalan tol ini, seperti daerah Kunciran yang masuk dalam kawasan Summarecon Serpong, mengalami kenaikan hingga Rp. 15 juta per meter persegi. Akan tetapi, Ferry menambahkan tidak hanya faktor infrastruktur seperti jalan tol saja yang menjadi penyebab kenaikan nilai properti saja. Populasi penduduk yang semakin banyak juga menjadi salah satunya.

Semakin banyaknya penduduk yang tinggal dikawasan tersebut, maka semakin banyak permintaan akan properti. Ditambah lagi hadirnya beberapa fasilitas yang dibutuhkan penduduk perumahan, seperti Kampus Bina Nusantara (Binus) di perumahan Alam Sutera.

Adanya kenaikan nilai properti akibat pembangunan infrastruktur ini dapat memberikan peluang bisnis yang baik. Tetapi, tidak hanya perumahan saja yang dapat dimanfaatkan sebagai produk properti. Properti jenis lainnya juga sangat terbantu dengan adanya pembangunan seperti ini.

Hendra mengungkapkan ada beberapa jenis properti yang akan mengalami kenaikan nilai selain perumahan. Misalnya pergudangan multifungsi, karena jalan tol Kunciran-Serpong sendiri berdekatan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Selain pergudangan, perkantoran di sekitar jalan tol juga akan mengalami kenaikan nilai properti. Hal ini akan banyak dimanfaatkan oleh perusahaan startup di bidang kreatif. Dengan adanya jalan tol, maka pekerja di perusahaan tersebut akan lebih mudah mengakses tempat kerja mereka.

Untuk pusat perbelanjaan akan sulit untuk berkembang, karena persaingan yang begitu ketat. Akan tetapi, hal ini dapat saja berubah dengan dukungan dari fasilitas lain disekitarnya serta penduduk yang tinggal di daerah tempat pusat perbelanjaan tersebut berdiri.

Kenaikan Nilai Properti