Bekasi sedari dulu dikenal sebagai kawasan basis industri bertaraf nasional di mana ada banyak titik industri banyak ditemukan di sini. Kawasan industry ini didukung oleh tingkat pertumbuhan populasi yang signifikan. Hal ini kemudian menjadi latar belakang pengembangan megaproyek pembangunan apartemen oleh para pebisnis property. Mereka kini tengah memperluas bisnisnya dengan membangun menara-menara apartemen. Salah satunya yaitu Pollux Properties. Proyek yang satu ini dikembangkan oleh Nico Purnomo Po yang sedang menggarap Encore di Bekasi. Pollux kini tengah menggarap 18 menara apartemen, ruko, kondotel, dan sebuah pusat perbelanjaan dua lantai. Semua bangunan ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 2,1 hektar.

Pollux Properties tertarik untuk membangun megaproyeknya di Bekasi karena kota kecil ini dianggap sudah bertransformasi. Alasan lainnya yaitu di Bekasi, jumlah investasi, khususnya di bidang industri manufaktur, consumer goods, dan otomotif meningkat drastis. Hal ini berarti permintaan akan hunian akan semakin meningkat. Dilihat dari segi kualitas hidup, kini masyarakat yang tinggal di Bekasi sebagian besar adalah masyarakat kelas menengah yang gaya hidupnya mulai meningkat. Dengan kata lain potensi Kota Bekasi sebagai kawasan penghubung antara para pekerja dan industri yang terdapat di kawasan Cikarang, Jakarta, dan Karawang sangatlah besar. Data terakhir BPS tahun 2013, jumlah populasi di Kota Bekasi sebanyak 3.002.112 jiwa. Jumlah ini meningkat cukup tinggi di tahun 2014, yakni 3.112.698.

Nico mengatakan bahwa di Kota Bekasi terdapat sekitar 1.500 industri baik industry multinasional (Jepang, Amerika Serikat, Thailand, Korea Selatan, dan Singapura) maupun industry lokal yang pastinya memiliki banyak jumlah pekerja. Industri-industri asing juga memperkerjakan sejumlah pekerja yang asli dari negara asal industry tersebut. Keberadaan industry ini merangsang pertumbuhan permintaan hunian  layak dan nyaman untuk ditinggali. Tak hanya hunian, para pekerja juga tentunya membutuhkan barang-barang komersia sehingga perlu dibangun ruko dan pusat perbelanjaan. Dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, rate penjualan bangunan untuk hunian mencapai 93,2 persen.

Pollux tak hanya fokus pada Encore Bekasi. Perusahaan property yang juga pemilik Paragon City di Semarang ini juga telah berhasil membangun sejumlah megaproyek untuk hunian dan pusat perbelanjaan. Sejumlah proyek yang tengah dibangun saat ini antara lain Fashion District, Central City Mall, The Kensington, Marquis de Lafayette, empat unit Louis Hotel, empat unit Manzoni Hotel, delapan unit apartemen, tiga unit perkantoran, dan sebuah resor.

Pollux Properties merupakan pengembang yang berbasis di Singapura. Pengembang ini semakin kuat eksistensinya di Indonesia pasca membangun  enam proyek besar di tahun 2015 ini, yaitu WR Simpang Lima,  Marques de Lafayette, The Pinnacle (ketiga proyek ini dibangun di Kota Semarang), gedung perkantoran World Capital Tower di Jakarta, Integrated Resort Amarsvasti Lombok, dan Mixed Use di Cikarang Jawa Barat.

Pollux Properties