Atap yang menggunakan rumput ilalang biasanya banyak digunakan pada rumah yang mengusung konsep tradisional atau etnik. Tetapi saat ini rumah yang mengusung gaya modern juga cukup banyak yang senang mengaplikasikan atap jenis ini karena memiliki tampilan yang dapat menyatu dan tetap dapat memunculkan nuansa elegan masa kini.

Tidak hanya itu, penggunaan atap rumput ilalang juga tidak menghasilkan limbah berbahaya untuk lingkungan dan dapat diperoleh dengan mudah serta harganya sangat murah. Jika cuaca sedang panas, jenis atap ilalang ini juga dapat memberikan hawa yang dingin untuk ruangan di bawahnya sehingga ruangan tetap terasa segar dan sejuk.

Sebaliknya, ketika cuaca sedang dingin, rumput ilalang tersebut justru dapat menghasilkan suhu yang hangat tetapi tetap segar. Ini dapat terjadi, khususnya untuk atap ilalang yang disusun dengan lebih tebal dan padat.

Keunggulan lainnya dari jenis atap ini adalah atap tersebut dapat dibuat sendiri karena teknik dan cara membuat serta cara memasang atap rumput tersebut cukup mudah untuk dikerjakan. Hal yang paling utama yaitu atap tersebut memiliki derajat kemiringan minimal 30 derajat.

Bila kurang dari 30 derajat, maka resikonya adalah atap rumput ilalang akan mudah mengalami kebocoran. Pasalnya pada saat hujan turun, air hujan tidak mudah mengalir tetapi meresap ke dalam rumput. Selain dapat memudahkan terjadinya kebocoran, atap rumput tersebut juga nantinya akan mudah busuk dan tidak dapat bertahan lama.

Selanjutnya, siapkan rumput ilalang yang telah dikeringkan dengan dijemur di bawah sinar matahari. Jika rumput ilalang itu sudah kering, ini biasanya ditandai dengan warna yang berubah menjadi kuning atau cokelat dan tidak ada warna hijau lagi.

Jika sudah benar – benar kering, rumput ilalang itu dapat disusun dengan elemen dari bahan kayu atau bambu dengan panjang sekitar 2 – 3 m. Elemen bambu biasanya lebih banyak digunakan untuk atap yang berbentuk datar. Sementara itu kayu yang biasanya digunakan adalah jenis kayu merbau. Kayu tersebut banyak digunakan pada atap dengan bentuk yang melingkar atau melengkung.

Kayu merbau tersebut dapat diganti dengan pipa pvc karena keduanya sama – sama memiliki sifat yang mudah dibengkokkan dan lentur. Untuk cara penyusunannya, beberapa rumput ilalang diambil dan dijadikan satu kemudian diikat dengan tali ijuk, kawat kecil, atau bambu.

Jumlah rumput ilalang yang diikat dan disatukan tersebut disesuaikan dengan tebal atau tipisnya atap yang hendak dibuat. Ukuran ketebalan atap tersebut disesuaikan dengan bangunan yang hendak dipasangi dengan atap tersebut.

Setelah disatukan, ikatan rumput tersebut dipasang di elemen tersebut. Proses pemasangan atap rumput ilalang adalah pekerjaan yang paling sulit. Pasalnya diperlukan tenaga yang lebih kuat agar dapat mengikatnya dengan kencang dan tidak mudah bergeser. Cara pemasangannya adalah bagian ujung ikatan rumput dilingkarkan pada bambu atau kayu kemudian diikat lagi dengan tali.