Plafon memiliki peranan penting untuk konstruksi sebuah bangunan. Pasalnya plafon juga ikut menentukan ketahanan struktur sebuah bangunan, terutama pada rumah maupun bangunan bertingkat. Untuk bangunan bertingkat seperto apartemen dan hotel sering menggunakan plafon dari beton karena plafon dari beton lebih kuat menyangga struktur bangunan.

Bagi pemilik rumah yang ingin sentuhan lebih indah, plafon dari kaca merupakan pilihan yang bagus. Plafon ini sangat cocok untuk bangunan 1 lantai maupun 2 lantai. Walaupun terlihat elegan, plafon ini lebih rapuh daripada plafon dari bahan beton sehingga mustahil menggunakan plafon dari kaca untuk bangunan dengan banyak lantai.

Selain soal ketahanan, masih ada beberapa hal lain yang membedakan antara plafon beton dan kaca. Berikut ini adalah ulasannya secara rinci.

Perbedaan Dari Segi Biaya

Walaupun plafon beton lebih kuat daripada kaca, biaya untuk plafon beton juga lebih murah daripada kaca. Pasalnya beton adalah campuran dari abu, semen, dan sedikit campuran ampas. Sedangkan plafon berbahan kaca tersusun dari panel – panel kaca yang terbuat dari bahan kimia dan mineral

Bahan – bahan ini mengalami proses khusus untuk membuat kaca. Karena proses pembuatannya yang cenderung panjang, biaya plafon kaca pun menjadi lebih mahal.

plafoon beton, plafoon kaca, properti, atap rumah, interior

Tingkat Ketahanan

Dari tingkat ketahanan, plafon beton tentu sudah tidak perlu diragukan lagi ketahannya. Sementara itu tingkat ketahanan plafon dari kaca kemungkinan tidak sama setiap sudutnya sehingga menyebabkan plafon jenis ini lebih mudah retak.

Bahan kaca juga cenderung mudah memuai. Saat memuai, ini akan menyebabkan panel – panel kaca meregang. Tidak mendapat space untuk pemuaian, kaca tersebut akan pecah.

Support System

Walaupun terbuat dari tempered glass, plafon dari kaca masih memerlukan dukungan atau support system untuk menahan panel – panel kaca agar dapat menobang struktur bangunan dan untuk menahan tekanan dari setiap dinding bangunan. Pendukung ini dapat dibuat dari kerangka logam. Dukungan tersebut yang menyangga dan menahan beban dalam struktur bangunan sehingga beban panel – panel. kaca akan berkurang

Pada plafon beton, support systemnya berupa rebar. Bahan ini menopang struktur bangunan ketika beton selesai dibuat dan belum benar – bnar kering. Ketika beton sudah kering, support tidak lagi bergantung dengan internal support tetapi dari beton itu sendiri.

Resiko Kerusakan

Walaupun kedua bahan ini sama – sama bisa mengalami kerusakan, kerusakannya memiliki tingkatan berbeda. Keretakan di plafon kaca dapat merupakan pertanda adanya kerusakan di kerangka plafon. Jika panel kaca retak dan tidak segera diperbaiki, panel tersebut akan mudah patah dan menyebabkan panel – panel lainnya ikut retak.

Pada plafon beton, jika terjadi keretakan menandakan ada kerusakan pada struktur atau masalah yang skalanya lebih besar. Keretakan plafon beton cenderung lebih mudah dikontrol yaitu dengan cara ditambal tanpa harus mengubah struktur. Selain itu kerusakan plafon dari beton juga tidak harus ditangani tergesa – gesa seperti keretakan pada plafon kaca.

plafoon beton, plafoon kaca, properti, atap rumah, interior